Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Adab dan Pendidikan sebagai Kesatuan Fragmen Pembentuk Peradaban

Gambar
                                                   Sumber : MuslimHeritage.Com Globalisasi membawa kita pada zaman dimana segala hal serba instan tanpa tahu bagaimana prosesnya ,teknologi yang canggih memberikan manusia modern seolah olah tak berjarak hingga kadang melupakan orang orang didekatnya,  manusia modern seakan memiliki kekuasaan penuh atas apa yang ada diluar dirinya. Jikapun ada aturan yang membatasi urusannya, mereka modifikasi untuk kepentingan golonganya, mereka ubah untuk memenuhhi hawa nafsunya manusia modern cenderung menganggap dirinya lebih maju dari manusia terdahulu meski sejatinya adab mereka pada sang pencipta, alam dan sesama manusia tidak lebih baik dari manusia zaman dahulu. Penggundulan hutan untuk kepentingan korporasi dengan cara membakar menyebakan hilangnya ekosistem sampai kematian para hewan didalamnya  d...

Belajar Peradaban Ilmu Keperawatan Pada Rufaidah Al-Aslammiyah

Gambar
                                                  Sumber : MuslimHeritage.Com Wabah virus Covid-19 membuat tenaga kesehatan, dokter,perawat, apoteker dan lain-lain, harus berjuang lebih keras ditengah keterbatasan alat pelindung diri, tidak sedikit dari mereka yang tertular bahkan sampai ada yang meninggal. Mereka, dokter dan perawat, menjadi garda terdepan perang melawan virus tersebut, mereka adalah pahlawan kemanusian, rela meninggalkan dan mengisolasi diri dari keluarga dan lingkunganya untuk fokus merawat pasien dan menghindari penularan. Pada tanggal 12 Mei 2020 yang lalu media sosial ramai oleh para perawat dan calon perawat, mahasiswa, memposting ramalan dari Florence Nightiangle, seorang perawat inggris di medan perang Crimea.  Dia, Florence Nightiangle, pada tahun 1870, mengatakan bahwa kebaikan perawat akan dikenal dunia  setelah 1...

Menyikapi Konsep HAM dalam Perspektif Keindonesiaan : Apakah Hak Asasi Manusia Memiliki Keterbatasan ?

Gambar
 Sumber : Humanright.gov Permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia selalu menjadi pembahasan yang tak jarang membuat keresahan, tidak hanya para elite istana tapi sampai para pedagang kaki lima, sebagian masyarkat yang mengatasnamakan aktivis HAM terkadang menyarankan sebuah gagasan gagasan dan ideologi baru dengan tujuan untuk dapat diaplikasikan dan dilegalkan pada tatanan kehidupan sosial dan Negara. Namun pemikiran yang dibawa oleh mereka terkadang membuat perdebatan karena tidak sesuai dengan konstitusi, tidak sesuai dengan pancasila dan melanggar norma norma sosial agama. Dalam menawarkan gagasan tersebut para warga Negara ini kadang berlindung dibalik konsep Hak Asasi Manusia, meski hak asasi tersebut melewati norma-norma agama dan sosial. Warga Negara Indonesia seakan akan memiliki tafsir yang berbeda mengenai konsep HAM. Seperti orang orang yang pro dan kontra terhadap legalisasi pernikahan sesama jenis dan orang orang yang pro dan kontra atas pengakuan ...