Belajar Peradaban Ilmu Keperawatan Pada Rufaidah Al-Aslammiyah
Sumber : MuslimHeritage.Com
Wabah virus Covid-19 membuat tenaga
kesehatan, dokter,perawat, apoteker dan lain-lain, harus berjuang lebih keras
ditengah keterbatasan alat pelindung diri, tidak sedikit dari mereka yang
tertular bahkan sampai ada yang meninggal. Mereka, dokter dan perawat, menjadi
garda terdepan perang melawan virus tersebut, mereka adalah pahlawan
kemanusian, rela meninggalkan dan mengisolasi diri dari keluarga dan
lingkunganya untuk fokus merawat pasien dan menghindari penularan. Pada tanggal
12 Mei 2020 yang lalu media sosial ramai oleh para perawat dan calon perawat,
mahasiswa, memposting ramalan dari Florence Nightiangle, seorang perawat inggris
di medan perang Crimea.
Dia,
Florence Nightiangle, pada tahun 1870, mengatakan bahwa kebaikan perawat akan
dikenal dunia setelah 150 tahun kedepan
:” It Will Take 150 Years For The World To See The Kind Of Nursing I
Envision” (1)terhitung semenjak ramalan beliau,1870, hari ini
kita sudah ada di tahun ke -150, tentu ini bukan kebetulan tapi lebih karena
Iradah Allah SWT.
Tanggal 12 Mei merupakan hari Keperawatan
Sedunia. Pada hari tersebut tidak sedikit para perawat memperingatinya dengan
bakti sosial, pengobatan gratis, berbagi sembako penyuluhan kesehatan dan
lain-lain. Pemilihan tanggal tersebut diambil dari tanggal lahir Florence
Nightingale 12 Mei 1820. Sebagai bentuk penghargaan, pioneer modernis,
pembaharuan ilmu keperawatan. Konsep lingkungan merupakan pemikiran
fundamentalnya. Kebersihan lingkungan, pencahayaan ruangan dan manajemen
penyitas atau korban perang yang dilakukanya menurunkan korban meninggal dari
42% ke 2% saat perang crimea (2).
Berdasarkan peristiwa tersebut
apakah Florence Nightingale benar benar peletak dasar keperawatan modern di
dunia? Adakah perawat yang telah menggagas dasar konsep keperawatan sebelumnya?
Rufaidah Al-Aslammiyah merupakan perawat, beragama
muslim, yang lahir di madinah, sebelum hijrahnya Nabi Muhamad, pada 570 Masehi.
Dia merupakan golongan penduduk pertama madinah yang masuk islam, kaum anshar,
dari Bani Al-Aslam, suku Khajraz. Ayahnya Saad Al-Aslammiy adalah seorang
dokter terkenal di Yatsrib, Madinah. Perawat muslim pertama ini mendapatkan
keahlian dari ayahnya, dia mengembangkan kemampuan medis/perawatan saat
melakukikan praktik bersama ayahnya(3).
Rufaidah melatih kemampuan keperawatan kepada
para muslimah di kota madinah, dia dianggap sebagai orang pertama yang membentuk
sekolah keperawatan pertama di dunia, rufaidah mendirikan tenda kesehatan di
samping masjid nabawi, ditempat itu dia biasa merawat dan mengobati orang yang
sakit, juga sebagai tempat mendidik ilmu keperawatan para muslimah. Saat seruan
jihad di gemakan oleh Rasulullah Rufaidah meminta dirinya melatih para perawat
militer untuk menghadapi perang suci, menyediakan alat pertolongan pertama, air
minum dan alat alat pelindung diri saat peperangan. dia mempraktikan
kemampuanya di rumah sakit lapangan di dalam tendanya selama peperangan dan
rasulullah biasanya memerintahkan korban peperangan untuk di evakuasi pada
tenda kesehatan rufaidah.
Diceritakan oleh Imam Al-Bukhari dalam “Al-Adab
Al-Mufrad” memerintahkan Sa’d Ibn Mu’aath, yang saat itu terluka dalam perang Khandaq (parit), untuk dibawa pada tenda Rufaidah. Saat Sa’d Ibn Mu’aath
tiba di tenda Rufaidah, diceritakan dalam Al-Ishabatu fi Tamyizi karya
Imam Ibn Hajar, panah yang menancap di dada saad dibiarkan dan dia, rufaidah, menghentikan pendarahnya
terlebih dahulu, sebab jika dicabut maka akan menyeabkan pendarahan yang sulit
dihentikan (4).
Keberadaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan saat
peperangan merupakan faktor ikhtiar kemenangan umat islam saat itu. Wanita yang
lahir pada tahun 570 SM itu dijuluki fidaiyah sebab masuk dalam medan
peperangan untuk membawa orang yang terluka(5). Jika tidak sedang
dalam peperangan Rufaidah juga merupakan seorang perawat komunitas, dia merawat
anak-anak yatim piatu dan memecahkan permasalahan di komunitas sosial penduduk
arab agar tidak terjadi penyebaran penyakit, dengan melakukan penyuluhan
kesehatan.
Gagasan keperawatan yang terkenal yang masih
diterapkan sampai saat ini adalah sistem shifting, pergantian shift untuk
merawat pasien,pembagian jadwal kerja, agar para korban ditangani dengan baik, Ide
tersebutlah yang membuat hampir semua Rumah Sakit di Dunia saat ini melakukan manajemen keperawatan seperti itu (6).
Sumbang sih konsep keperawatan yang diberikan
lebih besar dari Florence. Sebab Rufaidah lebih dulu meletakan dasar ilmu keperawatan,
komunitas, gawat darurat dan lain lain, sampai membangun sekolah keperawatan di
dunia. Rufaidah hadir lebih dulu dengan konsep keperawatanya, dia adalah
pelopor keperawatan sesungguhnya, 12 Abad sebelum Florence lahir. Pada kasus
tersebut mereka yang menganggap dirinya sebagai perawat muslim, kiranya tak
usah rendah diri saat menghadapi perawat barat, meski ilmu keperawatan hari ini
dikuasai oleh peradaban barat, mereka yang merasa perawat muslim, dapat
menjadikan Rufaidah Al-Asslamiyah sebagai role model konsep induk
pemikiran perawat muslim, sehingga muslim dapat mengusai ilmu keperawatan dan
pada akhirnya barat yang mengekor pada muslim bukan sebaliknya.
Daftar Pustaka
1. Elis, Harold. "Florence Nightingale: Creator Of Modern Nursing And
Public Health Pioneer." Sage Journal, 28 May 2019;Diakses 29 Mei
2020.
2. Ibid
3. Jan, Rafat. "Rufaida Al-Aslammiyah,The First Muslim, ." Journal
Of Nursing Scholaship,28(3),Sigma Theta Tau International, 1996: 267-268.
4.
"Mengenal Rufaidah Al-Asalmiyah, Perawat
Kebanggaan Rasulullah." Era.Id , 12 Mei 2020;Diakses 29 Mei 2020.
5.
Ibid
6.
Bahri, Saiful. "Rufaidah, Inspirasi Ilmu
Keperawatan ." saifulelsaba.wordpress.com, 2020;Diakses 29 Mei 2020

Komentar
Posting Komentar