Semesta Kecil Dalam Diri Manusia
Man arafa nafsahu arafa rabbahu, barang
siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhanya, sebuah petuah
dari seorang ulama yang sangat dalam sekali maknanya, beberapa ulama mengatakan
bahwa manusia adalah mahluk mikrokosmos atau orang jawa menyebutnya jagad
cilik, segala apa yang ada di alam semesta terdapat dalam tubuh manusia. Unsur
mineral, air, api, udara dan tanah semua ada dalam diri manusia, unsur fisik
kita memiliki mineral, unsur tumbuhan , kita tumbuh berkembang lalu mati
kemudian, unsur hewani kita memilliki sifat agresivitas, mobilitas dan ambisi,
sementara yang disebut unsur manusia adalah nathiq dan aqil. Nathiq adalah
kemampuan berbahasa, berbicara. Sedangkan aqil adalah kekuatan untuk
berpikir-daya akal.
Menurut,
Fahrudin Faiz, pengasuh ngaji filsafat, para tokoh tasawuf mengatakan , manusia
pada hakikatnya adalah cerminan Tuhan, bayangan Tuhan di muka bumi dalam diri
kita adalah pantulan ketuhanan. Segala hal di alam semesta ini memantulkan
Unsur Ketuhanan, baik itu jalaliyah atau jamaliyah. Jalaliyah
adalah keagungan, kebesaran atau kedahsyatan. Sedangkan jamaliyah adalah
keindahan. Penampakan gunung itu sangat indah. Itulah unsur jamaliyah-nya.
Tapi, ketika ia meletus, dahsyatnya mengerikan, muncul unsur jalaliyah-Nya.
Pada apapun ciptaan Allah. Pasti terdapat salah satu dari dua unsur tersebut,
mengandung unsur ke ilahiah-Nya pasti ada.
Dalam
tubuh manusia terdapat susunan dan fungsi yang sangat presisi yang mengandung
nilai Jamaliyah-Nya diatur oleh Allah Swt, proporsi mata dan telinga
yang indah, bayangkan jika mata kita diatas kepala tentu kita kesulitan jika melihat, jika kita tak
memiliki kerangka tubuh tentu kita tidak akan berdiri tegak dan hanya mahluk
yang tak berdaya, lembek diatas lantai, jantung yang berdetak tanpa kita atur,
proses pembentukan protein yang tanpa disadari terus berproduksi, serta sel
tubuh 50-70 miliyar yang harus mati setiap hari dan berganti tanpa kita atur dan kendalikan, semua unsur
unsur jamaliyah-Nya yang berperan . Manusia merupakan jagad cilik, miniatur
alam semesta, segala kualtas ketuhanan
ada dalam diri manusia, tapi tidak lantas menjadikan manusia sebagai Tuhan. Tapi seharusnya
dijadikan sebagai bahan tafakur betapa maha dasyat segala ciptaaNya. Maha luas
segala pengaturanNya
Komentar
Posting Komentar